Jumat, 16 Februari 2018

"Tentang Kamu"



Kadang, kita tidak tahu kenapa kita masih berharap.
Kadang, kita tidak tahu kenapa masih menunggu.
Kadang, kita tidak tahu kenapa tetap tinggal.
Maka, itulah salah-satu cabang sabar. Ketika kita "tidak tahu" misteri masa depan, tapi kita tetap melakukannya. Lengkapi dengan keyakinan bahwa Allah selalu punya skenario terbaik, sibukkan diri dengan hal positif dan bermanfaat, maka semoga bahagia selalu menemani kita.


Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku. 
Cinta memang tidak perlu ditemukan, cintalah yang akan menemukan kita.
Terima kasih. Nasihat lama itu benar sekali, aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi.
Masa lalu. Rasa sakit. Masa depan. Mimpi-mimpi. Semua akan berlalu. Seperti sungai yang mengalir. Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan.


Hidup ini bukan melulu soal perasaan, galau, jatuh cinta, dan sebagainya.
Itu benar, hidup tanpa cinta bagai makanan tanpa garam. Tapi silahkan saja urus itu cinta, kalian cuma makan garamnya saja. Nggak pakai nasi, nggak pakai lauk, sayur, cuma bongkahan garam, dinikmati sana.


“Bukan ketika diomeli, dimarahi, dicereweti yang menyakitkan. Itu sih tandanya orang lain masih sayang. Yang lebih menyakitkan adalah: saat orang lain memutuskan sudah tidak peduli lagi. Ditegur tidak, disapa juga tidak, didiamkan saja. Dianggap tidak ada.”

— Tere Liye

Tidak ada komentar:

Posting Komentar