Why is Storytelling an Effective Technique to Use?
Telling stories has long been recognized as an important part of healing, self-knowledge, and personal and spiritual vehicle for connecting us to other people and to God. . . . it is a means for understanding ourselves and our place in the world. We conceive of our lives as a web of stories - a historical novel or a mini-series in the making.. . . . We tell stories in order to live. We use stories to construct meaning and communicate ourselves to another. Stories help us organize and make sense of the experiences of a life. Stories are mighty, however, not only because we shape our lives through them but also because they have the power to unsettle the lives we have comfortably shaped by them. . . . Weaving together the human and the divine enables us to hear our own stories retold with clarity and new possibilities; our lives are transformed in the telling.Stories have the potential to build authentic communities of shared meaning and values.
Tampilkan postingan dengan label KBM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KBM. Tampilkan semua postingan
Minggu, 26 Februari 2012
Kamis, 23 Februari 2012
LEARNING IS FUN
Menjelajahi ranah kompetensi
Berwisata menjadi Pembelajar Cerdas!
Ketika Anda sekarang menjadi murid, mahasiswa, guru, dosen atau siapa saja sebagai pembelajar, Anda sedang dalam keadaan perang pesan, antara Anda harus belajar tentang hal-hal yang menjadi program Anda, dengan memperhatikan dan merasakan atau mendengarkan berbagai informasi di luar diri Anda, sementara dapat saja kondisi pikiran Anda sudah terlibat dengan berbagai pikiran lain (bermain, teman, mengantuk, berita, keluarga, dll), atau bahkan sedang berpikiran kosong alias blank!
Pernahkah Anda berpikir .....
Adalah tantangan bagi kita untuk: membuat pikiran kita siap menerima informasi, membuat proses belajar terlihat menarik, penting, dan sangat menyenangkan!
Belum lagi, tantangan karena keterbatasan otak dalam menyerap informasi.
Rentang perhatian otak yang pendek, mudah bosan dan terpecah perhatiannya, daya ingat terbatas : 7+/-2 chunks! Bagaimana mengelola kondisi pikiran/state of mind
merupakan tantangan kita selanjutnya; membuat presentasi dengan metode menarik, mempertahankan kondisi pikiran fun dan kurios, dan membuat pengajaran yang kita lakukan menjadi memorable
Berikutnya adalah tantangan untuk mengerti cara berpikir diri kita, di mana setiap manusia memiliki preferensi cara berpikir yang berbeda, kita juga memiliki preferensi cara bepikir yang menunjukan bagaiman seorang lebih mudah dalam memahami suatu pembelajaran. Maka mengetahui bagaiman preferensi berpikir diri dan berusaha menyesuaikan teknik komunikasi perlulah menjadi koncern kita sepanjang kita belajar.
Beruntung bila Anda ternyata telah memiliki pikiran kritis, hanya dengan mengingat bahwa kita memiliki : Otak kiri yang Logis /kritis, rasional, memory, linear dan Otak kanan yang Acak, holistic, kreatif, intuitif kita telah maju selangkah dalam menghayati sebuah proses belajar cerdas.
Mneraik?
Murenut sautu pelneitian di Uinervtisas Cmabidrge, utruan hruuf dlaam ktaa tiadk penitng. Ckuup huurf petrama dan trekahir ynag ada pdaa tepmatyna.
Siasyana bsia dtiluis bernataakn, teatp ktia daapt mebmacayna. Ini dsieabbkan kaerna oatk ktia tdiak mebmcaa huurf per hruuf, nmaun ktaa per ktaa.
Laur bisaa kan?
Selama proses pertemuan pelalajar ini, posisikan diri Anda sebagai seorang
Murid yang cerdas,
Guru yang Handal
dan Pengamat yang cermat!
Siap meLanjutkan!?
Berwisata menjadi Pembelajar Cerdas!
Ketika Anda sekarang menjadi murid, mahasiswa, guru, dosen atau siapa saja sebagai pembelajar, Anda sedang dalam keadaan perang pesan, antara Anda harus belajar tentang hal-hal yang menjadi program Anda, dengan memperhatikan dan merasakan atau mendengarkan berbagai informasi di luar diri Anda, sementara dapat saja kondisi pikiran Anda sudah terlibat dengan berbagai pikiran lain (bermain, teman, mengantuk, berita, keluarga, dll), atau bahkan sedang berpikiran kosong alias blank!
Pernahkah Anda berpikir .....
Adalah tantangan bagi kita untuk: membuat pikiran kita siap menerima informasi, membuat proses belajar terlihat menarik, penting, dan sangat menyenangkan!
Belum lagi, tantangan karena keterbatasan otak dalam menyerap informasi.
Rentang perhatian otak yang pendek, mudah bosan dan terpecah perhatiannya, daya ingat terbatas : 7+/-2 chunks! Bagaimana mengelola kondisi pikiran/state of mind
merupakan tantangan kita selanjutnya; membuat presentasi dengan metode menarik, mempertahankan kondisi pikiran fun dan kurios, dan membuat pengajaran yang kita lakukan menjadi memorable
Berikutnya adalah tantangan untuk mengerti cara berpikir diri kita, di mana setiap manusia memiliki preferensi cara berpikir yang berbeda, kita juga memiliki preferensi cara bepikir yang menunjukan bagaiman seorang lebih mudah dalam memahami suatu pembelajaran. Maka mengetahui bagaiman preferensi berpikir diri dan berusaha menyesuaikan teknik komunikasi perlulah menjadi koncern kita sepanjang kita belajar.
Beruntung bila Anda ternyata telah memiliki pikiran kritis, hanya dengan mengingat bahwa kita memiliki : Otak kiri yang Logis /kritis, rasional, memory, linear dan Otak kanan yang Acak, holistic, kreatif, intuitif kita telah maju selangkah dalam menghayati sebuah proses belajar cerdas.
Mneraik?
Murenut sautu pelneitian di Uinervtisas Cmabidrge, utruan hruuf dlaam ktaa tiadk penitng. Ckuup huurf petrama dan trekahir ynag ada pdaa tepmatyna.
Siasyana bsia dtiluis bernataakn, teatp ktia daapt mebmacayna. Ini dsieabbkan kaerna oatk ktia tdiak mebmcaa huurf per hruuf, nmaun ktaa per ktaa.
Laur bisaa kan?
Selama proses pertemuan pelalajar ini, posisikan diri Anda sebagai seorang
Murid yang cerdas,
Guru yang Handal
dan Pengamat yang cermat!
Siap meLanjutkan!?
Selasa, 21 Februari 2012
Langganan:
Postingan (Atom)