Menjelajahi ranah kompetensi
Berwisata menjadi Pembelajar Cerdas!
Ketika Anda sekarang menjadi murid, mahasiswa, guru, dosen atau siapa saja sebagai pembelajar, Anda sedang dalam keadaan perang pesan, antara Anda harus belajar tentang hal-hal yang menjadi program Anda, dengan memperhatikan dan merasakan atau mendengarkan berbagai informasi di luar diri Anda, sementara dapat saja kondisi pikiran Anda sudah terlibat dengan berbagai pikiran lain (bermain, teman, mengantuk, berita, keluarga, dll), atau bahkan sedang berpikiran kosong alias blank!
Pernahkah Anda berpikir .....
Adalah tantangan bagi kita untuk: membuat pikiran kita siap menerima informasi, membuat proses belajar terlihat menarik, penting, dan sangat menyenangkan!
Belum lagi, tantangan karena keterbatasan otak dalam menyerap informasi.
Rentang perhatian otak yang pendek, mudah bosan dan terpecah perhatiannya, daya ingat terbatas : 7+/-2 chunks! Bagaimana mengelola kondisi pikiran/state of mind
merupakan tantangan kita selanjutnya; membuat presentasi dengan metode menarik, mempertahankan kondisi pikiran fun dan kurios, dan membuat pengajaran yang kita lakukan menjadi memorable
Berikutnya adalah tantangan untuk mengerti cara berpikir diri kita, di mana setiap manusia memiliki preferensi cara berpikir yang berbeda, kita juga memiliki preferensi cara bepikir yang menunjukan bagaiman seorang lebih mudah dalam memahami suatu pembelajaran. Maka mengetahui bagaiman preferensi berpikir diri dan berusaha menyesuaikan teknik komunikasi perlulah menjadi koncern kita sepanjang kita belajar.
Beruntung bila Anda ternyata telah memiliki pikiran kritis, hanya dengan mengingat bahwa kita memiliki : Otak kiri yang Logis /kritis, rasional, memory, linear dan Otak kanan yang Acak, holistic, kreatif, intuitif kita telah maju selangkah dalam menghayati sebuah proses belajar cerdas.
Mneraik?
Murenut sautu pelneitian di Uinervtisas Cmabidrge, utruan hruuf dlaam ktaa tiadk penitng. Ckuup huurf petrama dan trekahir ynag ada pdaa tepmatyna.
Siasyana bsia dtiluis bernataakn, teatp ktia daapt mebmacayna. Ini dsieabbkan kaerna oatk ktia tdiak mebmcaa huurf per hruuf, nmaun ktaa per ktaa.
Laur bisaa kan?
Selama proses pertemuan pelalajar ini, posisikan diri Anda sebagai seorang
Murid yang cerdas,
Guru yang Handal
dan Pengamat yang cermat!
Siap meLanjutkan!?
Presuposition for
A Better Learner!
• Realitas internal(RI) bukanlah realitas eksternal (RE).
Peta mental mengenai dunia bukanlah dunia itu sendiri.
• Orang cenderung bereaksi menurut realitas internalnya
• Perilaku seseorang selalu didorong oleh suatu niatan
yang berguna (intensi positif).
• Tidak ada kegagalan, yang ada hanyalah umpan balik.
Umpan balik hanyalah informasi biasa
• Kualitas komunikasi diukur bukan dari maksud, namun dari hasil respon yang diperoleh.
• Jika yang dilakukan tidak menghasilkan,
lakukan secara berbeda.
• Anda tak bisa tidak berkomunikasi
• Orang sudah punya semua sumberdaya yang diperlukan
untuk meraih hasil. Tinggal diakses, diatur, dan dioptimalkan.
• Jati diri manusia lebih dari sekedar sejumlah perilakunya.
• Pikiran dan tubuh saling berkaitan dan saling mempengaruhi
• Memiliki pilihan lebih baik dari pada tidak memilikinya
• Meniru orang sukses membawa perilaku unggul
• Tidak ada kata terlambat untuk punya masa kecil
yang berbahagia
• Penolakan mengindikasikan lemahnya ‘hubungan’
• Kemampuan kita untuk mengubah struktur (proses)
lebih bernilai dari pada sekedar mengubah kontent (isi)
• Manusia tetaplah bernilai positif dan konstan, apa yang dilakukannya dapat saja dipertanyakan nilainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar